Sabtu, 23 April 2011

Biografi Paket Hemat dan alasan ikut workshop

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrohmaanirrohiim.

Nama saya unik dan dijamin nggak ada yang ngembarin ASTU ANINDYA JATI, yah kalau melihat namanya aja pasti orang mengira gender saya female.. gpp sudah biasa kok. Saya seorang dokter yang kalau di rumah sakit sering dipanggil dengan ‘dok’ yang haduh kalau bukan native speaker yang mengucapkan akan menimbulkan salah arti yang sangat tidak mengenakkan.. tp juga gpp karena sudah biasa.

Bicara tentang passion. Ada 3. Yang pertama berhubungan dengan sumpah Hipokrates yang dahulu saya ucapkan saat diwisuda “ Demi Alloh saya bersumpah akan membaktikan diri untuk kemanusiaan “  yaitu berkomunikasi dengan pasien, menuliskan resep sambil memberikan sugesti postif, the placebo effects. Saya sangat tahu bahwa keefektifan obat juga tidak terlepas dari keyakinan pasien untuk sembuh.

Yang kedua, adalah menulis. Yak hidup saya berubah total setelah saya membaca sebuah buku Happy Writing karya guru  virtual saya Andreas Harefa. Kalimat-kalimatnya sangat amat begitu provokatif sekali. sehingga saya terbakar untuk menulis dan menulis dan menulis.. Bakat terpendam sudah ada siy sejak kelas 3 SD. Sudah mbuat Diary untuk mencatat pengalaman sehari-hari yang kadang juga saya beri gambar biar lebih artistik lengkap dengan to do list, daftar film yang sudah ditonton, daftar barang yang mau dibeli, jadwal ibadah, kata-kata mutiara, dan potongan lirik2 lagu semuanya saya satukan di loose leaf… waks banyak yang bilang kebiasaan saya ini tidak lazim.. tapi justru itulah yang saya cari. Saya TIDAK ingin menjadi orang yang so-so alias biasa-biasa saja. Saya Harus berbeda. Tapi yang positif lho ya!

Passion yang ketiga adalah fotografi . kemana-mana selalu bawa kamera saku.. You’ll never know what kind of good moments in the future.. Obsesif untuk punya Canon EOS 1D lalu pergi keliling dunia.

Alasan saya ingin ikut Workshop | How to Show Ur Personal Brand with Your Own Media | adalah saya ingin lebih meningkatkan kemampuan menulis sekaligus menambah ilmu tentang Socmed dan personal branding, memperkuat karakter dan kepercayaan diri. Saya ingin membuat posting-posting dan tweet yang lebih berkualitas..  Lebih kepada sharing apa yang ada di otak saya.. syukur-syukur kalo berefek samping follower sama blog visitornya nambah hehe..

~@astu_MD~

Jumat, 15 April 2011

Bahaya Kemunafikan Khotbah Jum’at 15 April 2011

Khotbah Jum’at 15 April 2011 / Ust. H. Saiful / Masjid besar Baitul Fatah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan rasa taqwa kita. Yaitu menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangan-larangannya. Dengan bertaqwa maka akan kita raih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tema kali ini yaitu Siapakah orang-orang yang rusak di duniadan akhirat? Yaitu orang-orang munafik.  Orang-orang yang menampakkan keislaman shalat, zakat, haji tapi kesemuanya hanya sebatas kedok belaka.

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (QS 2:8)

Ada 4 perkara penyebab orang menjadi munafik 2 diantara adalah : yang pertama didorong adanya tekanan/ kepentingan untuk menyesuaikan diri dengan sekitarnya dan yang kedua, paling berbahaya jadi berpura-pura menjadi muslim akan tetapi diam-diam merong-rong dan memiliki dendam terhadap kejayaan kaum muslimin

Bila kita melihat sejarah Pada zaman Umar Bin Khattab RA ada seorang majusi Abu Lu’lu’ yang berpura-pura masuk Islam agar dapat membalaskan dendam terhadap sang Khalifah. Ia membunuh Umar Bin Khattab disaat Umar menjadi Imam Shalat Shubuh bersama kaum muslimin lainnya. Membunuh 13 kaum muslimin lainnya dan akhirnya menggorok lehernya sendiri.

Ada pula Utsman bin Affan RA. Yang dibunuh oleh kaum yahudi munafik Abdullah bin Saba’ saat membaca Al-Qur’an yaitu dengan cara mengadu domba sesame kaum muslimin dan begitu pula contoh-contoh yang lainnya

Saking membahayakannya kaum munafiqin ini, Sehingga Nabi memperbolehkan untuk memerangi kaum ini. Menurut Al-Qur’an Ada beberapa ciri yang bisa kita lihat
[1] Saat berkumpul dengan umat muslim mereka mengaku iman tapi bila sudah berkumpul dengan kawan-kawan syaithan nya maka ia mengatakan bahwa ia hanyalah berpura-pura
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: ‘Kami telah beriman’. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: ’Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok’ (QS. Al- Baqarah : 14)

[2] orang munafik ini sering berpura-pura. Mudah berubah pendiriannya, plin-plan dan selalu dihantui rasa ragu dan was-was

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu'min) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu (QS 57:14)

[3] Orang-orang munafik tidak rela dengan kejayaan Islam, saat melihat Islam makin Jaya maka ia akan bertambah sakit dan rongrongannya akan semakin menjadi-jadi

"Di dalam hati mereka ada Penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS. 2:10)

[4] Orang-orang munafiq itu tidak berbobot. Pakaiannya mentereng. Omongannya besar tapi seperti tong kosong yang nyaring bunyinya mereka juga suka memamerkan kebaikan-kebaikannya  dengan riya’ dan sedikit sekali mengingat Alloh.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apa bila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan Allah. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”.(QS.4 : 142)

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?  (QS. 63:4)
Dari beberapa ciri diatas orang-orang munafik bisa menimbulkan bahaya di tengah masyarakat. Orang munafik adalah orang yang rentan baik di dunia maupun di akhirat. Untuk orang-orang seperti ini Alloh memberikan perhatian khusus yaitu menempatkannya di Neraka yang paling bawah

Di Indonesia ini banyak yang mengatas namakan umat Islam tapi terror bom. Orang-orang seperti ini menikam dari belakangg. Hidupnya di dunia belum tentu enak apalagi di akhirat kelak. Sungguh siksa api neraka itu sangat pedih.

Kiat menghindarkan diri dari sifat Munafik


Renungan Fajar @SSFM  Jum’at 15 April 2011 / Ustadz Rofi’ Munawar
Judul : Kiat menghindarkan diri dari sifat Munafik

Di Al-Quran alloh selain menerangkan tentang kebaikan, keimanan dan ketaqwaan, Alloh juga menerangkan tentang sifat-sifat tercela. Salah satunya adalah sifat munafik.  Sifat yang diterangkan secara detail agar kita dapat mewaspadainya dan jangan sampai kita terjebak didalamnya.

Bagaimana cara mencegahnya?
[1] Jangan terjebak dalam standar ganda
Orang munafik itu tidak tahu positioning, berstandar ganda dan selalu memakai topeng. Selalu menampakkan wajahdan kesan  kebaikan padahal hatinya busuk . Mengapa bisa sampai begitu oleh karena adanya bebagai tekanan dan kepentingan. Mereka selalu merasa telah berbuat baik padahal sesungguhnya berbuat kerusakan di muka bumi.

Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan (QS 2:11)

[2] Sebisa mungkin jangan sekali-kali berdusta
Banyak orang yang berdusta semata-mata agar tetap dianggap pintar, agar tetap popular. Padahal begitu banyak yang kehilangan, harga diri, jati diri dan wibawa karena kata-katanya tidak dapat dipegang, karena ia sering berdusta.

Nabi pernah bersabda saat ditanya tentang ciri orang munafik. Adalah Bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia ingkar dan bila dipercaya ia ingkar. Dan fenomena ini sudah banyak. Jangan-jangan diri kita juga begitu. Naudzubillah Min Dzalik.

[3] Jangan suka melakukan tipu daya yang mencederai orang lain
Pada waktu zaman Rasul, ada orang munafik yang begitu menampakkan wajah manis. Selalu berusaha menampakkan kesan yang baik pada Nabi. Hingga ia bersama orang munafik lainnya membangunkan sebuah Masjid Dhiar dan mengundang nabi untuk menjadi imamnya. Padahal tujuan sebenarnya adalah ketika Nabi menjadi imam, Beliau akan dicelakai. Itulah sebabnya Alloh yang Maha Mengetahui hati terdalam manusia  kemudian melarang Nabi shalat disana

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar (QS 2:9)

[4] Orang-orang munafik tidak pernah tenang saat melakukan kebaikan
Analoginya seperti ini. Daging itu kan baik tapi orang yang sakit jantung tidak serta merta dapat menikmatinya karena ia tidak sehat secara fisik. Begitu pula dengan orang munafik, lebih parah lagi. Bahkan ia berusaha menghalang-halangi orang lain untuk berbuat kebajikan. Ia sama sekali tidak merasakan nikmatnya iman. Tidak menyetujui syiar-syiar agama misalnya. Kebalikannya orang-orang yang beriman akan merasakan tentramnya beribadah tentramnya mengingat Alloh.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366].


[364]. Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
[365]. Riya ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
[366]. Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.


Semoga Alloh melindungi kita agar jangan sampai terjebak menjadi Orang-orang Munafik


Reviewed by : @astu_MD


Modal haji yang paling utama - Niat dan keinginan yang tulus (Review film ‘Emak Ingin Naik Haji’ )

Sinopsis

Sekitar 4 hari yang lalu saya (@astu_MD) dan istri (@maya_myworld) menonton sebuah film karya anak bangsa yang berjudul “Emak ingin naik haji” film lama tapi baru sempat kita tonton. Film ini mengisahkan tentang keinginan indah dari emak (Ati Kanzer Zein), seorang penjual kue yang sangat bersahaja, untuk menunaikan ibadah haji . Emak mempunyai seorang anak tunggal laki-laki berbakti yang tinggal serumah bernama Zein (Reza Rahardian) yang berprofesi sebagai pelukis kaligrafi dan sopir pengganti  untuk menyambung hidup.

Ketika tabungan emak sudah mencapai 5 juta ternyata terjadi musibah, cucu emak terkena hernia sehingga harus dioperasi dan membutuhkan biaya sejumlah 5 juta rupiah. Zein begitu sedih melihat tabungan emak habis untuk membiayainya, lalu berjuanglah ia agar keinginan emaknya terwujud. Mulai dari usaha meminjam ke lintah darat, lebih keras menjual lukisan, ikut undian, hingga hampir saja mencuri uang majikannya. Halangan demi halangan menerpa tapi emak tetap tegar dan sekaligus menguatkan Zein. Sampai suatu ketika kemudahan itu datang tak terduga.

Film ini diangkat dari adaptasi novel berjudul sama buah karya dari Asma Nadia, penulis 40 buku yang sering mengangkat tema-tema sosial yang terjadi di masyarakat. Ada beberapa satire / sindiran tentang beberapa niat haji yang kurang benar. Seperti calon walikota yang berniat haji hanya untuk mendapatkan gelar dan popularitas saat pilwali, ada ABG yang ber umroh karena hanya ingin bareng artis, ada yang belum berniat haji karena menunggu panggilan. Soal yang ini ada dialog menarik

Anak      : “Papa naik haji, kok mama enggak?”
Mama   :“Mama nunggu panggilan”
Anak      :“Panggilan apa ma? Panggilan Tuhan?”
Mama   :“Kamu pingin Mama mati!!”

Film ini juga menangkap fenomena-fenomena yang lain seperti, pegawai PNS yang males dan suka berhutang. Pejabat yang selingkuh dengan sekretarisnya. Seorang ibu yang kekeuh untuk melahirkan secara normal sementara sekarang banyak ibu-ibu yang manja gak kuat nahan sakit yang dikit-dikit Caesar, dikit-dikit Caesar.

Moral Value

Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya tiap orang akan mendapatkan apa yg ia niatkan. Barang siapa berhijrah krn Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya sebagai hijrah krn Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa berhijrah karena dunia yg ia cari atau wanita yg hendak dinikahinya maka ia akan mendapati apa yang ia tuju”

Jadi segala amal itu tergantung niatnya, kalau niatnya baik balasannya juga baik, kalau niatnya duniawi maka niat itu hanya terbatas pada yang dituju.  (#moralvalueno1)

Yang kedua, pentingnya sebuah impian. Milikilah mimpi yang besar, berdoa dan terus ikhtiar, InsyaAlloh bila niat kita baik. Alloh pasti akan memudahkan (#moralvalueno2)

Kebahagiaan kadang ditemukan dalam sebuah kesederhanaan (#moralvalueno3)

Sebelum berpisah ada kata-kata emak yang patut untuk dijadikan quotes

“ ragaku mungkin belum mampu mengarungi samudera yang luas tapi Alloh tahu kalau hatiku sudah berada disana (Mekkah) sejak lama “

Surabaya, 14 April 2011
@astu_MD
NB : Film ini sukses membuat istri saya (@maya_myworld) berlinang air mata

Minggu, 10 April 2011

[Book Review] Suara bisu by Rudi cahyono

Saya pernah mendengar ceramah bahwa salah satu hal yang menyebabkan penderitaan adalah karena mengira bahwa hidup itu selalu mulus. Tidak siap menerima bahwa yang namanya hambatan, rintangan, kerikil itu selalu ada. Ada kesetiaan yang dibalas dengan pengkhianatan, kadang takdir terjadi tanpa kita inginkan sebelumnya, ada kegilaan, ada kemiskinan, dan ada pula keputusasaan.

Kak @rudicahyo melalui suarabisu ini membidik lika-liku kehidupan anak manusia yang sebagian besar masih berkubang dalam kemiskinan dengan berbagai macam karakter, ironi, profesi dan sikapnya dalam menghadapi ‘penderitaan’. Kak @rudi cahyo seolah-olah melalui 11 cerita pendeknya menjadi M.Night Syamalan dengan kekuatan ending yang penuh kejutan. Keluar dari mainstream happily ever and after. Dan alur yang tidak mudah ditebak. Banyak pula nilai positif yang bisa saya ambil seperti keteguhan hati untuk tetap berada dalam ketaqwaan (Rapuh), Keteguhan untuk tetap menjadi ‘manusia’ (John von valeck), Hubungan baik yang tak bersekat antara pendidik dan yang dididik (Thomas), perlunya menjaga integritas walau serasa pahit (2500).

Simpel dan bergizi. Bercerita memang dapat mendidik tanpa kita merasa untuk digurui. Salut untuk kak @rudicahyo. Ditunggu karya-karya berikutnya. 


Follow @astu_MD

Cardioversi - My First time Experience

Pengalaman yang sungguh mendebarkan sekaligus menarik untuk menambah expertise (keahlian).  Jadi pada waktu itu ada pasien umur 60an overweight datang ke ugd dengan keluhan Masuk angin dan keringat dingin mendadak sejak 2 jam yang lalu... ya masuk angin. Diperiksa tekanan darahnya sangat rendah 90/70 dengan tangan berkeringat dingin tapi tidak sesak… Hmm syoknya darimana ya? Karena tidak didapatkan muntah, diare yang berlebihan. Lalu dilakukanlah pemeriksaan EKG dan hasilnya adalah supraventrikular takikardia dengan rate 170-200x/menit waw.. langsung pasiennya dibawa ke ruang resusitasi untuk dipasang monitor ..

Lalu saya mengkonsulkan ke dokter jantung. Ternyata terapinya tidak seperti biasanya yang hanya di drip Amiodarone. Dokter jantung pengganti ini mengadviskan cardioversi dengan pre med diazepam mulai dari 50 Joule Bifasic synchronized. Agak takut juga karena belum pernah mempunyai pengalaman tapi Bismillah.. persiapan cardiac arrest sudah siap. Perawat pendamping siap dan… (DEZZ) pasien yang awalnya tertidur karena pengaruh diazepam terlontar sesaat, kaget lalu kemudian tenang kembali… Heart Rate yang pada awalnya 200 lebih berangsur-angsur  turun menjadi sinus takikardia 125x/menit. Akral kembali hangat dan nafas mulai teratur.

Pasien dikirim di ICU lapor dokter jantung konsulan dan kemudian ia member selamat.. “Nah itu dik. Bisa jadi pengalaman yang baik. Jadi bila VT atau SVT dengan kesadaran yang masih baik dan masih ada pulse (denyut) maka paling baik di cardioversi. Amidodarone dikhawatirkan akan mempercepat denyutnya “ Ya terimakasih juga dok karena juga sudah diberi kepercayaan. Alhamdulillah karena Engkau telah mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya (QS 96:5)

Astu Anindya Jati
Twitter : @astu_MD
GRESIK.
Ahad, 10 April 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...