Sabtu, 19 Maret 2011

4 Syarat Keberuntungan dan kemenangan (Makna QS. Ali Imran :200)

Ustadz Rofi Munawar
Renungan Pagi Suara Surabaya FM 100.0 18 Maret 2011 05.00

Sebagai hamba-Nya. Wajib bagi setiap manusia untuk senantiasa bersyukur. Karena syukur adalah wujud kedekatan. Syukur adalah karakter. Dan wujud dari syukur adalah dengan semakin banyaknya amal yang kita kerjakan. Berapa banyak hamba-Nya yang bersyukur? Ternyata sangat sedikit. Allah SWT berfirman :

...Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (34:13)

Padahal jika saja kita mau bersyukur, manfaatnya sangat besar. Nikmat kita akan terus dan terus bertambah

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (14:7)

Semoga pada pagi ini kita tercatat sebagai hamba-Nya yang selalu bersyukur dengan senantiasa dekat dan taat kepada-Nya

Banyak sekali ayat yang berbicara tentang kesabaran. Tapi ada satu ayat yaitu ayat terakhir dari QS Ali-Imran . yang berbicara tentang 4 syarat keberuntungan.

Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (2:200)

Didahului dengan kalimat “Hai orang-orang yang beriman” karena hanya orang-orang yang beriman sajalah yang dapat melakukannya

1. Ishbiru (bersabarlah kamu)
Sabar berarti tetap pada jati diri keislaman dan keimanan. Konsisten untuk bijak dalam menghadapi segala persoalan. Sabar tidak hanya pada saat susah saja tetapi juga pada saat kita gembira. Imam Al-Ghazali mengatakan sabar itu ada 3 macam :

Sabar dalam ketaatan
Tanpa sabar kita akan cepat merasa bosan. Perlu konsistensi untuk melakukan ketaatan

Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan

Sabar dalam menghadapi musibah
Inilah jenis sabar yang sering diartikan orang banyak. Orang yang terbiasa sabar akan mempunyai kemampuan untuk mengubah musibah menjadi kenikmatan. Karena kesulitan akan membuatnya makin dewasa dan sarana untuk meningkatkan keimanannya. Menjadi pribadi yang tetap tegar dan tangguh sebesar apapun persoalannya.

2. Wa shaabiruu lipat gandakan / kuatkanlah kesabaranmu
Kesabaran itu terus menerus. Tidak pernah habis karena persoalan datang silih berganti.Perlu konsistensi pula untuk kita tetap bersikap bijak menghadapinya

3. Wa raabithu (bersiap siagalah kamu)
Artinya selalu bersiap siaga terhadap serangan musuh. Tidak hanya dalam pertempuran fisik tetapi juga musuh-musuh  kehidupan seperti budaya, pemikiran dan intervensi asing yang tidak sesuai dengan agama. Selalu bersiap siaga akan membuat kita mempunyai kendali saat mendapat serangan-serangan tersebut

4. Dan Bertaqwalah kamu
Kesemuanya itu tetap kita lakukan dalam bingkai taqwa, dalam sikap kehati-hatian dan optimism. Taqwa adalah landasan bagi kesabaran kira agar kita mendapatkan kemenangan dan keberuntungan. 

Rasulullah SAW pernah bersabda :

Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik. (HR Tirmidzi)

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan bertaqwa agar kita dapat meraih kemenangan dan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Retold by : Astu Anindya Jati

Dengan menjadi pribadi yang bertaqwa, raih dunia, raih akhirat



Khotbah Jum’at 18 Maret 2011
AKBP Juari Hamid. SH. MHum
Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

Manusia jika kita renungkan dan kita tanyakan pada hati nurani kita masing-masing sesungguhnya adalah binatang yang berakal. Akal lah yang membedakan kita dengan makhluk yang lain. Jika manusia tidak menggunakan akalnya, hanya makan, minum,  tidur kata Imam Al-Ghazali maka tak ubahnya ia seperti hewan belaka.

Allah berfirman dalam salah satu ayat-Nya

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (62:9)

Yaitu apabila kita telah diseru untuk menunaikan shalat maka bersegeralah kita untuk melakukan audiensi dengan-Nya. Konsekuensinya adalah meninggalkan jual beli, meninggalkan aktivitas kita sejenak untuk menghadap-Nya untuk berdzikir. Karena shalat pada hakikatnya adalah dzikir (mengingat Alloh)

Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk mencari kebahagiaan di dunia juga di akhirat.

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (2:201)

Maka Allah Maha Adil. Setelah shalat maka kita disuruh untuk segera bertebaran dimuka bumi untuk mencari rizki.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]

Karena rizki tentu saja tidak begitu saja jatuh dari langit. Harus dicari. Kita harus menjadi umat yang berkecukupan dan itu tidak cukup hanya dengan berdoa.

Marilah kita pelajari Al-Qur’an dengan tak lupa mengamalkannya. Seorang manusia tidak dinilai dari harta, pangkat, jabatan, kekuasaan. Kesemuanya itu pasti memiliki umur. Lihat Jepang yang walau teknologinya sudah maju tapi tetap tidak bisa menghindari tsunami. Dan Alloh ketika mencabut ruh hamba-Nya maka tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan sedikitpun.

Manusia dinilai dari keimanan dan akhlaq (behavior) nya dan sejauh mana ia dapat memberikan manfaat untuk manusia lain, untuk keluarganya, untuk masyarakatnya, untuk negaranya dsb. Karena hanya amal-lah yang kita bawa nanti sampaimenuju akhirat.

Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Amiiin Allahumma amiiin

Jumat, 18 Maret 2011

Doa perlindungan Nabi, menuju kebahagiaan hakiki



Renungan Fajar Suara Surabaya Jum’at 18 Maret 2011
Oleh : Ust Rofi Munawar

Assalamualaikum Wr.Wb
Senang sekali saya Rofi Munawar masih bisa menemui pendengar suara Surabaya di renungan fajar hari ini. Semua tak lain karena nikmat-Nya semata

Bentuk apresiasi dari nikmat adalah kita harus mensyukurinya dengan pembuktian kita melaksanakan kewajiban-kewajiban dan tugas-tugas kita sebagai hamba-Nya yang beriman. Yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Syukur nikmat bukanlah sekedar balas budi. Sungguh tidak sebanding dengan betapa banyak nikmat yang telah diberikan Alloh kepada kita. Tetapi syukur adalah ibadah. Syukur adalah karakter,  jati diri orang2 yang beriman. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita suatu doa perlindungan. Berlindung dari 4 hal yang tidak baik yaitu :

Ilmu yang tidak  bermanfaat
Banyak diantara kita yang memiliki ilmu dan ilmu itu kemudian menjadi nilai kebahagiaan. Agama  mengharuskan umatnya untuk menuntut ilmu. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya, kata Nabi ‘carilah ilmu hingga ke negeri Cina’. Tetapi Agama melarang bila ilmu itu tidak diamalkan. Tidak bermanfaat dan hanya akan menjadi pembusukan intelektual.
Agama juga melarang apabila kita memiliki ilmu tetapi tidak sesuai realitasnya.Artinya hanya berkata tapi tidak diamalkan sebagaimana tertulis dalam Surah As shaf 2.
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

Hati yang tidak khusyuk
Adalah hati yang sulit berkonsentrasi, tidak konsisten dalam amalan. Untuk menjadikan hati kita khusyuk maka terlebih dahulu kita harus menyembuhkan diri dari penyakit hati yaitu dendam,iri, dengki hasad dst. Penyakit hati adalah penghalang utama dalam ibadah. Dengki mengotori niat dan menimbulkan ketidaktenangan jiwa.

Jiwa yang tidak bisa kenyang
Adalah Jiwa yang rakus,  jiwa yang kotor selalu berbuat maksiat, Jiwa yang tidak pernah merasa cukup betapapun nikmat yang Alloh berikan, Jiwa yang sulit bersyukur karena selalu merasa kurang. Sangat penting untuk kita memiliki sifat Qonaah (menerima). Hanya jiwa qonaah yang mudah bersyukur. Begitu tinggi nilai qonaah sehingga ada peribahasa mengatakan : qonaah itu adalah harta kekayaan yang tidak pernah habis. Qonaah akan membuat kita kaya hati dan kaya jiwa.Kita akan merasa cukup sebesar apapun nikmat yang Alloh berikan kepada kita

Doa yang tidak didengar
Dengan memberekan ketiga persoalan yang terdahulu. Dengan berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, dan jiwa yang tidak pernah kenyang. Maka InsyaAlloh kita  bisa berdoa dengan enjoy. Siapa yang tidak ingin doanya didengar dan dikabulkan. Ketika kita bersungguh-sungguh dalam meminta,Maka Alloh tidak segan untuk mengabulkannya.

Berdoalah niscaya kukabulkan (40:60) 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (2:186)

Demikian. Alhamdulillah. Wassalamualaikum Wr.Wb

editing and rewriting : 
Astu Anindya Jati 
18 Maret 2011

Rabu, 16 Maret 2011

SIM CORNER – My First Experience


Surabaya boleh berbangga karena kapolwitabes Kombes Anang Iskandar beserta jajarannya, berhasil mencetuskan ide sekaligus menjadi pioneer yang pertama untuk nasional bahkan satu-satunya di Dunia untuk SIM corner. Yaitu pelayanan perpanjangan SIM di pusat-pusat perbelanjaan. Diresmikan pertama kali di Atrium Plaza Tunjungan 1 pada tanggal 14 Desember 2007 oleh Irjen Polisi Herman Suryadi Sumawiredja Kapolda Jatim. Sambutan masyarakat sangat baik pada hari pertama saja sudah ada 71 pemohon.

SIM corner ini juga mendapat rekor MURI untuk inovasi pelayanan publik pada tanggal 24 April 2008 dan juga mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 untuk manajemen mutu. Luar Biasa. Sebuah inovasi yang tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dan lebih mendekatkan polisi terhadap masyarakat sekaligus menaikkan citra polisi.

Alhamdulillah siang tadi saya sempat mencoba layanan SIM corner di PTC Pakuwon Surabaya. Menempati semacam ruangan kecil 3x5 meter dengan tulisan biru putih yang sparkling. Saya ditemani istri hanya diwajibkan membawa fotokopi KTP dan SIM lama. Dengan urutan sebagai berikut :

POS REGISTRASI
Diterima oleh mbak-mbak Polwan yang lumayan good looking hehe.. disuruh menyerahkan fotokopi KTP dan SIM yang lama. Ditarik 45 rb rupiah untuk Asuransi (30rb) dan Pemeriksaan Kesehatan (15rb). Setelah itu diberi map biru untuk diserahkan ke Pos Voucher Bank

POS VOUCHER BANK
Enggak tau maksudnya apa. Tapi yang jelas untuk biaya pengurusan. Diterima oleh kali ini mas2 dan ditarik  80 rb rupiah. Masnya langsung online dengan bank. Artinya setelah saya membayar lalu keluar semacam nota seperti bila kita membayar pakai debet di kasir. Setelah itu disuruh untuk mengisi formulir.

POS ASURANSI
Sambil menunggu mengisi formulir, KTP saya dipinjam oleh bapak2 petugas asuransi untuk kemudian diketik dengan untuk karcis jaminan asuransi

POS PENGISIAN FORMULIR
Sambil berdiri, mengisi formulir sambil nyontek2 contoh yang sudah ditulis besar-besar.

POS REGISTRASI LAGI
Diserahkan lagi kemudian datanya diinput di computer. Saya disuruh menunggu sebentar

POS PEMOTRETAN
Dipotret enggak boleh memakai kacamata dengan latar belakang lambang kepolisian. Di pos ini juga direkam sidik jari dan tanda tangan. Sesaat setelah pengambilan gambar saya disuruh mengecek kebenaran datanya. OK lalu disuruh menunggu sebentar

PRINTING
Kartupun dicetak di sebuah alat dan sim salabim kartu SIM saya yang baru pun jadi ^^

Semua proses hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit dan di ruangan itu sudah lengkap ada 2 orang polwan, 2 orang polisi dan 4 petugas admin dan asuransi. Jadi semacam pelayanan satu atap. Menyenangkan karena bisa sambil berbelanja atau makan di mall.  Buat Kepolisian, untuk yang satu ini saluuuuuuut! Semoga bisa lahir inovasi-inovasi jenius lainnya



Gresik, 16 Maret 2011
Astu Anindya Jati
www.genioinspira.blogspot.com

Senin, 14 Maret 2011

Belajar dari gempa Jepang - Semangat yang tak pernah padam

Bumi kembali berguncang hebat. Kali ini di bumi para samurai. Jepang. Gempa tektonik berkekuatan 8.9 Skala Richter dan yang terbesar  sepanjang sejarah Jepang ini diikuti oleh tsunami setinggi 10 meter lebih. Menimbulkan kerusakan yang massive di daerah pesisir timur Jepang. Hingga sekitar pukul 20.00 waktu Tokyo, Sabtu (12/3/2011), Pemerintah Jepang dalam konfirmasi resmi terkininya, menyatakan, tercatat 503 korban tewas. Sebanyak 740 orang hilang dan 1.040 orang terluka. Diduga masih ada 1000 lagi korban tewas.  Banyak yang meyakini ini adalah gempa Tokai, yaitu gempa besar yang menurut ahli gempa Katsuhiko kishibashi bersiklus 100 -150 tahun.

Hidup di tengah2 pertemuan 4 lempeng besar dan cincin gunung berapi dunia tentu tidak mudah. Jepang adalah negara yang sangat rawan dengan gempa bumi dan angin topan. Keadaan ini memaksa bangsa Jepang untuk setidaknya berdamai dengan bencana. Tiada hari tanpa gempa. Walaupun dalam skala kecil di seluruh wilayah Jepang hampir tiap hari terjadi. membuat masyarakat cukup tangguh dalam menghadapi bencana. Prinsip Bushido (kode etik samurai / jalan samurai) , ajaran Confusianism dan Budhism kesemuanya membentuk karakter masyarakat Jepang hingga saat ini yaitu ketenangan hati, keberanian, sikap tahan banting , pantang menyerah, kesetiaan pada pemimpin, disiplin, dan etos kerja yang tinggi. Sikap inilah yang membuat Jepang bisa survive dan bangkit dari keterpurukan.
Sejarahpun juga sudah membuktikannya. Dimana Jepang begitu terpuruk / tertinggal  lalu dengan kecepatan luar biasa, Negeri matahari terbit ini bangkit dan bahkan kemudian mampu mengungguli bangsa-bangsa barat. Yaitu pada saat.

  1. Restorasi Meiji
  2. Setelah Perang Dunia II
  3. Gempa Kobe (1995)

Gempa Kobe (1995)
Pada tanggal 17 Januari 1995 pukul 5:46:42 pagi. Selama 20 detik Jepang diguncang gempa tektonik 7.2 SR. kota Kobe yang terletak 20 km dari pusat gempa seketika luluh lantak. 390.506 bangunan rusak, 460.000 keluarga kehilangan tempat tinggal, 6.433 orang harus kehilangan nyawa. Sementara  43.792 lainnya luka-luka. Sehingga menimbulkan trauma yang begitu mendalam.

Sejak saat itu, wakil menteri luar negeri yang berlatar belakang ilmuwan,  Nishimura chinami menyatakan bahwa masyarakat Jepang harus terus disadarkan tentang pentingnya mengantisipasi bahaya gempa. Sejak saat itu dimulailah langkah - langkah untuk meminimalisir dampak gempa.  Yaitu berupa :

1.       Tachikawa Bosai-Kan (Tachikawa Life Safety Learning Centre)
·         Sebuah gedung untuk pelatihan bencana yang bertujuan untuk mengedukasi pengunjungnya tentang bencana dengan model experimental learning. Pengunjung dibawa ke panggung atau ruang simulasi kemudian didepan meraka ada layar besar dan diputarkan film dikondisikan seolah2 sedang gempa bumi bersamaan dengan bergoyangnya panggung. Pengunjung juga dilatih saat situasi kebakaran, bagaimana cara merangkak dan berlindung. Sehingga mereka  secara praktis belajar  bagaimana gempa itu bisa terjadi, mengapa terjadi dan bagaimana harus bersikap saat bencana terjadi. Pelatihan ini gratis dibiayai oleh pemerintah

2.       Latihan tanggap bencana
·         Latihan tanggap bencana ini diberikan di semua tempat untuk semua umur. Mulai cara berlindung, memadamkan api, mencari jalan keluar yang aman. Di Sekolah, gedung pemerintahan, rumah. Diadakan pelatihan-pelatihan secara berkala dengan bimbingan dari dinas kebakaran. Setiap masyarakat harus siap dan sigap untuk menghadapi bencana.

3.       Food and water supply

·         Perusahaan Air Minum Yokosuka menyediakan cadangan air minum dalam kantong plastik dalam jumlah besar, sehingga apabila terjadi bencana maka kantong plastik berisi air siap di drop di daerah bencana
·         Di setiap gedung sekolah disediakan cadangan air minum, bahan makanan yang awet, senter, dan sejumlah perlengkapan untuk kebutuhan menghadapi bencana. Secara sengaja memang disiapkan makanan khusus yang tahan lama dan kemasan air yang tahan sekitar dua tahun.
·         Setiap orang diasumsikan dapat bertahan sendiri sampai setengah hari setelah bencana datang, sebelum pertolongan dan penyelamatan tiba. Maka setiap rumah tangga di Jepang umumnya menyediakan cadangan air minum untuk tiga hari dan makanan khusus yang memadai.
Tidak ketinggalan senter untuk mengantisipasi kemungkinan listrik padam ketika bencana datang pada malam hari. Juga tidak boleh lupa pula radio, yang dibutuhkan untuk menyimak siaran berita tentang bagaimana menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman
·         stadion-stadion olah raga di balik kursi-kursi tempat duduk penonton berisi cadangan logistik, dan pada daerah-daerah dengan jangkauan transportasi sulit dijadikan pos terdepan untuk penyiapan perbantuan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan

4.       Konstruksi tahan gempa


·         Gedung tahan gempa sangat unik. Terdiri dari bingkai baja yang terdiri dari ‘sekring baja’ dan urat baja yang terdiri dari kawat-kawat baja pilihan. saat gempa terjadi urat baja yang terletak di bagian tengah bingkai baja akan dibiarkan doyong dan lentur. Dan saat gempa berakhir urat baja yang terbuat dari baja berkekuatan tinggi akan menyesuaikan panjangnya dan menarik agar gedung kembali seperti semula.

Sementara itu di bawah bingkai terdapat sekring baja yang berfungsi melenturkan, membuang induksi energi dari gempa, dan memperkecil keruskan. Fungsinya seperti sekring listrik yang harus diganti apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan

5.       Early warning system


·         Setelah gempa Kobe pemerintah Jepang telang menginvestasikan 15 juta dollar untuk Early Warning System. Mereka memasang jutaan sensor dan GPS yang peka terhadap gelombang gempa.  Subhanalloh. Saat gempa ada 2 gelombang yang terjadi. Gelompang P dan gelombang S. Gelompang P ini menjalar lebih cepat tapi tidak merusak. Gelombang S berjalan lebih lambat tapi destruktif. Saat gelombang P terdeteksi oleh sensor, maka sinyalnya akan dikirim ke kantor pemancar dan secara real time akan disiarkan ke televise dan telefon genggam di seluruh genggam tentang kekuatan gempa dan potensi adanya tsunami. Pengumuman secepat kilat ini akan membuat penduduk Jepang bersiap untuk mencari tempat yang aman. Gempa memang tidak bisa diprediksi tapi paling tidak mereka bisa diperingatkan lebih awal. Subhanalloh.. Maha suci Alloh yang telah menciptakan gelombang P

Salah satu ciri khas dari bangsa Jepang adalah sikap pembelajar.  Mereka benar-benar tekun dan serius untuk belajar, meneliti sekaligus mengaplikasikan teknologi untuk menjawab tantangan yang ada. Ada semngat kaizen perbaikan sepanjang masa. Persis seperti sabda Nabi bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Artinya ada peningkatan secara terus menerus. Salah satunya tentang bagaimana menghadapi bencana. Prinsip Bushido yang mengajarkan tentang kesetiaan pada kaisar / pimpinan menyebabkan mereka sangat patuh bila pemimpinnya memberikan mandat dan peraturan. Dan pemimpinnya sangat memegang amanah. Mereka akan sangat malu dan langsung mengundurkan diri bila melakukan suatu kesalahan. Itulah mengapa saat bencana mereka cukup tenang selain karena sudah berkali2 latihan tanggap bencana, mereka juga sangat percaya kepada pemimpinnya.

Sementara kita bila ada bencana sibuk mencari kambing hitam, sibuk meratapi nasib, hanya berdoa saja tanpa belajar untuk menjadi lebih baik di kemudian hari, masyarakat tidak percaya kepada pemerintahnya karena bupati dan camatnya memakan uang bantuan, bantuan-bantuan datang dengan kepentingan politik. Membawa bendera partai agar menang saat pemilu. Selebriti dan pejabat berakting di depan kamera seolah-olah peduli.  Seharusnya kita malu. Karena Agama tidak diaplikasikan dengan baik. Agama hanya sebatas ritual dan melupakan nilai-nilai akhlak dan muamalah. Naudzubillah tsumma naudzubillah…

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
(QS Ali Imran 146)

Semoga Alloh menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang sabar. Yang tangguh menghadapi bencana dan tantangan baik yang ada pada diri kita sendiri maupun yang berasal dari luar. Menjadi manusia yang tangguh dan berakhlak mulia. Menjadi manusia yang terus belajar. Manusia Pembelajar.  Ulil Albaab… Amiin allahumma amiin


Reference :
Bagun, Rikard.  Merasakan Topan dan Gempa di Jepang. 2010

Halim, marah. Pola Pikir Menghadapi Bencana Alam. 2010

Suryopratomo. Bencana mengerikan di Jepang. 2011.Tajuk metrotvnews.com

Supeno, Hadi. 2010. Bencana alam, Bencana Kebijakan dan Bencana Moralhttp://hadisupeno.com/umum/114-bencana-alam-bencana-kebijakan-dan-bencana-moral.html From :
Sukarma, Ris. Hikmah Dibalik Musibah. 2010.From :http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/05/hikmah-dibalik-musibah/
Indra, Yenni. Kambing Hitam. 7 November 2010.From :http://yennyindra.com/2010/11/kambing-hitam/
Suhardijanto, Totok. Ini Gempa Paling Ditakuti Warga Jepang. 12 Maret 2011. Untuk kompas.com


Kamis, 10 Maret 2011

Untuk sebuah nama… (a 2nd year reflection)


Dear Maya..
2 tahun sudah sejak kulingkarkan cincin ke jarimu.. setelah mengucap ikrar.. disaksikan oleh malaikat-malaikat rahmah. Betapa hati ini tak lelah untuk bersyukur dan lidahpun  bersenandung kalimat tahmid.. karena Alloh SWT telah mengkaruniakanku sebaik-baik perhiasan, yang ketika kumiliki dan kupandang maka menjadi cerahlah hati dan mataku. Kebahagiaanpun dengan lembut menyelimuti relung-relung kalbu..

Dear Maya..
Aku masih ingat benar jauh sebelum mengenalmu ketika saat itu aku berada di depan komputer. Membuka potret-potret digital. Wajahmu dengan kerudung hijau cerah berada diantaranya.. bersama dengan sahabat-sahabatmu… begitu ceria.. begitu meneduhkan.. begitu menentramkan.. begitu sejuk. Takdirpun mulai berbicara… disaat itu terbesit keyakinan.. bahwa engkau adalah bintang terangku..

Cinta memang ajaib.. cinta bisa membuat kita berani.. cinta bisa membuat kita melakukan hal-hal yang unbelievable.. cinta membuat laki-laki kutu buku, kuper, dan selalu grogi dan berkeringat dingin saat berbicara dengan wanita.. laki-laki yang enggak pernah pacaran.. laki-laki yang lurus-lurus-lurus monoton.. berubah menjadi bak ksatria padang pasir.. menembus semua rintangan..  memutus semua rantai yang membelenggu.. menjadi the new ‘me’..

Dear Maya..
Betapa kehidupan telah menempa kita. Tak terhitung engkau mendukungku.. memberi semangat di saat aku rapuh.. dan sebaliknya pula dikala engkau rapuh. Tak terhitung pula jumlah tetes air mata, jumlah gelak tawa, jumlah ungkapan kekesalan, jumlah kecup sayang, jumlah binar mata bahagia, jumlah raut muka menahan beban, jumlah gandengan tangan, jumlah jerawatku yang kau ambil dengan paksa, jumlah canda dan celoteh, jumlah lipatan kulit di antara dahi, jumlah langkah kita pergi ke mall, jumlah engkau memanggilku dengan sebutan ‘Luphi’ yang berarti cinta, jumlah engkau mendampingiku saat kondangan, jumlah engkau mendampingiku saat bertamu sehingga aku tidak perlu bicara banyak-banyak, jumlah engkau menyiapkan makan pagi, siang dan malam, jumlah engkau mengatakan “duh gantengnya suamiku!”, jumlah engkau mengecup tanganku saat aku pulang dari rumah sakit, jumlah engkau menyiapkan pakaianku, jumlah engkau meng-klik like di status FB ku, jumlah sms I luv u, jumlah engkau menyiapkan bekal di kotak makanan sebelum jaga, jumlah aku memotretmu dan engkau selalu sadar kamera….jumlah kita berpelukan untuk saling menguatkan dan saling mengagumi… jumlah kau menemakiku di kegiatanku, dan begitu juga sebaliknya…jumlah-jumlah-jumlah yang lain.. Infinite.. tak terhingga.

Dear Maya..
Sungguh perbedaan telah menyatukan kita. Aku suka mendengarkan, engkau suka berbicara. Aku suka baca, engkau suka nonton infotainment. Aku suka merapikan, engkau suka menumpuk-numpuk barang. Aku introvert dan engkau ekstrovert. Aku suka menyampul buku, engkau  suka menutupiku dengan selimut. Aku suka datang lebih awal, engkau suka ngepas dan sering terlambat. Aku gugup sementara engkau semangat saat berhadapan dengan orang banyak. Aku suka nonton film2 berat dan banyak mikir  dan engkau suka film animasi. Aku suka memotret, engkau suka dipotret. Aku suka warna gelap, engkau suka warna cerah. Aku kalem2 aja sementara engkau begitu heboh dan antusias. Aku enggak bisa milih baju sementara engkau pakar pakaian. Aku cukup akrab dengan IT sementara engkau selalu mengandalkanku. Aku suka kopi, engkau suka susu kedelai. Aku suka ke toko buku, engkau suka ke toko sepatu atau toko baju. Aku cenderung lurus  dan monoton sementara engkau lebih berwarna. Aku suka menulis, engkau suka bercerita. Yah, begitu indahnya perbedaan kita dengan saling melengkapi. Maha Besar Alloh SWT dengan segala ciptaanNya.

Dear Maya..
Betapa hidupmu telah menjadi bagian dari hidupku. Denganmu Alloh SWT menjadikan rasa tentram, bahagia, engkau membuatku terus melaju menuju cita. Menjadi tulang rusukku, bukan dikepala untuk disembah-sembah, bukan dikaki untuk diinjak-injak. Akan tetapi dekat dengan hati. Untuk dilindungi dan diberikan kasih sayang.  



Gresik, 10 Maret 2011
Sincerely yours.
Astu Anindya Jati










Minggu, 27 Februari 2011

Untukmu ibu, Untuk sejuta pengorbanan

Ketika seorang wanita pada fase dalam hidupnya, ditakdirkan menjadi pengemban amanah, menjadi seorang ibu.. Dalam 9 bulan hidupnya kelak hingga proses kelahiran, secara fisik maupun mental akan mengalami cobaan yang dramatis, mengharukan, dan terkadang mengancam jiwanya. Apa saja yang terjadi?

Saat kehamilan

Hiperemesis Gravidarum
Di kandungan seorang janin mengeluarkan hormone hcG (Human chorionic Gonadotrofin) yang kemudian beredar ke seluruh peredaran darah ibundanya tercinta.  Di satu sisi hormon ini sangat berguna untuk kelangsungan hidup janin itu sendiri, menciptakan atsmosfer bumi kandungan sehingga ia dapat tumbuh dan bernafas dengan leluasa. Akan tetapi disisi lain timbul lah efek samping yang cukup berat yang kadang dialami oleh sang ibu. Salah satunya adalah Hiperemesis Gravidarum atau muntah-muntah yang berlebihan dalam kehamilan terutama pada 14-16 minggu pertama.  Ketidakseimbangan hormone mengakibatkan mual dan muntah yang kadang berlebihan. Setiap kali makan, muntah. Setiap kali minum, juga muntah.. begitu berlebihan sehingga seorang ibu terancam dehidrasi (kekurangan cairan).. begitu berlebihan sehingga seorang ibu harus diberi cairan intra vena (Infus).

Gestational Diabetes (Diabetes dalam Kehamilan)
Human placental lactogen (hPL) yang diproduksi oleh placenta disamping akan memicu pemecahan lemak (lipolisis) dan asam lemak (fatty acid) tetapi juga dapat mengurangi sensitivitas jaringan terhadap insulin. Artinya insulin yang bertugas sebagai transportasi agar gula sampai kedalam jaringan liver, otot dan lemak tidak bekerja dengan baik. Akibatnya banyak gula yang menumpuk di ‘gudang’, ditambah Liver  berinisiatif membuat gula sendiri melalui glukoneogenesis. Akhirnya terjadilah yang dinamakan Gestational Diabetes dengan segala risikonya seperti bayi besar dan obesitas yang nantinya akan membuat kesulitan dalam persalinan

Perubahan yang lain
Menahan beban, tulang belakangnya akan sedikit tertekuk ke belakang, sehingga cara berjalannya tak lagi manis. Kadang kakinya bengkak karena pembuluh darah baliknya tertekan oleh janin. Kadang ia merasa sesak karena rongga perutnya membesar sehingga menekan paru-parunya. Berkurang pulalah kapasitas oksigen yang dapat ia simpan, karena harus menghidupi 2 orang ia sendiri dan janinnya. Seorang ibu bisa kekurangan nutrisi, kekurangan darah. Belum lagi ia harus berjuang karena berisiko terkena stroke, serangan jantung dan hipertensi karena darahnya mengental.

Saat Kelahiran
Di Indonesia. Angka Kematian Ibu masih tinggi yaitu 228 per 10.000 kelahiran. Terutama di daerah pedesaan dimana fasilitas kesehatan masih rendah. Banyak ibu yang meninggal karena pendarahan, infeksi dan hipertensi kehamilan (Pre Eklamsi – Eklamsi). Ketika seorang ibu melahirkan sebenarnya itu adalah perjuangan antara hidup dan mati, dengan rela ia mempertaruhkan nyawa. Dan tahukah kamu? Keadaan preeklamsi berat  adalah yang paling mengerikan. Yaitu adalah suatu keadaan dimana seorang ibu mengalami kenaikan tekanan darah hingga diatas 160/100 yang diikuti oleh kebocoran protein.
Kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan pendarahan otak spontan yang mengakibatkan seorang ibu mengalami kejang-kejang, tidak sadar dan bila meluas akan menyebabkan kematian. Pada mata, tingginya tekanan darah dapat menyebabkan lapisan saraf mata (retina) dapat lepas sehingga menyebabkan kebutaan (Ablatio Retina). Tingginya protein yang bocor menyebabkan cairan dari dalam darah akan merembes keluar dari ‘pipa’ saluran darah sehingga menggenangi organ-organ dalam. tubuhnya menjadi begitu bengkak (edema anasarka). Menambah beban jantung yang kemudian lebih lanjut dapat menyebabkan paru-paru nya terendam oleh cairan
Belum lagi risiko pendarahan yang begitu banyak. Kalau dikota siy enak. Tinggal pesan PMI lalu mendapat transfuse. Bagaimana di daerah pulau yang terpencil? Masih adakah waktu?
Begitu besarnya risiko dan pengorbanan seorang ibu saat melahirkan maka Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa seorang ibu yang meninggal saat melahirkan maka ia akan tercatat sebagai syuhada. Orang yang mati syahid dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi menjadi ganjarannya.
Bagi seorang ibu, proses kehamilan dan melahirkan memang adalah proses yang sangat berat. Akan tetapi adakah ia mengeluh? Sekali-kali tidak. Yang terucap adalah rasa syukur dan doa agar anaknya lahir dengan sempurna, agar anaknya kelak tumbuh menjadi manusia yang berguna. Rasa sakit yang dirasakannya saat melahirkan akan segera berubah menjadi senyum bahagia saat melihat wajah putra/putri kecilnya, saat mendengar putra/putri kecilnya menangis dengan lantang, saat dokter berkata “ Selamat Ibu, putranya laki-laki/perempuan. Alhamdulillah sehat wal’afiat

Alloh SWT berfirman dalam surat Al-Ahqaf : 15
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Mampukah kita membayar semua pengorbanannya? Sesungguhnya yang kita mampu adalah berusaha sekuat tenaga untuk tetap membuatnya tersenyum, tidak menyakitinya baik dengan kata maupun perbuatan. Mendoakannya agar Alloh SWT berkenan mencintainya sebagaimana Ia merawat kita dengan penuh kasih sayang.  Kasih sayanglah yang sanggup meluluhkan gunung, mengeringkan samudera. Kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan. Untukmu ibu, untuk sejuta pengorbanan… :’)  (AST)


Astu Anindya Jati feat. Nindia Nurmayasari
Surabaya, 27 Februari 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...